Sayup kicau burung pagi

Kini raungan rindu

Bernestapa walau terbentang jarak

Di kala semua itu telah berlalu menjadikan dirimu lebih bahagia

Detik demi detik kau perlahan menjadikan semua itu sebuah arti pelajaran hidup

Lalu Menit demi menit kau selalu mempercayai di balik semua itu akan ada sesuatu Kemudian Jam demi Jam kau bisa mensyukuri apa yang menjadi nikmat yang mungkin tiap kali menjadi gejolak hati yang terus berseteru.

Kini bukan saatnya kau menjadi benalu dalam sistematika keluarga dan bukan pula memberi simbiosis parasitisme kepada nostalgia lingkungan.

Kau yang sibuk dengan tingkahmu bukan sebuah alasan untuk saling memberi mutualisme.

Manusia memang layak semakin hari akan bertambah tua tapi tak layak jika hanya menjadi tua tanpa ada perubahan maupun tekad menjadi dewasa.

Desir fajar di siang hari menjadikan ku tak berhenti berfikir bagaimana aku bisa menjadikan sebuah ucapan indah.

Tak ada kata yang pantas ku analogikan di hari bahagia ini bukan hanya untuk ingat bagaimana perjuangan ibu dan waktu Ini juga bukan bagaimana perjuangan ibu yang rela mengorbankan segalanya sampai darah,waktu dan Nyawa menjadi tumpuan agar dirimu tetap hadir di dunia ini.

Tapi hari ini ialah bagaimana kau ini membalasnya.

Perihal usia dan moment bahagia mungkin kau hanya memberikanya jika lau kau dekat dan ketika jauh hanya doa dan ucapan lewat media genggammu.

Apakah semua ini cukup di umurmu yang mencapai sekarang untuk membalaskan apa yang sudah beliau korbankan…?

Ini bukan suatu problem namun inilah yang namanya dinamika kehidupan nyata. Skenario ini ialah skenario terindah di bumi ini. tak ada satupun skenario yang cacad yang maha kuasa ciptakan.

Dalam skenario ini bukan perihal ap yang kita dapatkan namun semua itu tentang bagaimana kita berperan. Hal indah akan menjadi lebih special kalau kita bisa mendapatkan yang namanya SYUKUR. Sang pencipta akan memberimu banyak rezeki jikalau bisa kenal Syukur namun sebalik jikalau kau kufur terimalah semua itu azab.

Senja memanggilku agar terus bagaimana aku bisa ber puisi namun tak beraturan. Semua ini bukan sebuah pengorbananku meluangkan waktu untuk memberikan serpihan otak nakalku. Namun aku hanya ingin kau menjadi dewasa dengan ocehan makhluk dekil dan tak guna ini. Desir angin malam memberi arah pola pikirku bahwa yang kau lakukan memberi dampak bagiku

Bukan kangen Bukan rindu Bukan bucin Bukan bullsit

Apalagi cinta …?

Kau memberi ku tau bagaimana yang namanya kenyamanan. Di akhir ocehanku ini aku bermunajat dan berdoa untuk menjadikan semua lebih baik dan berkah.